Adakah Batas Untuk Menghormati Perbedaan Pendapat?

Posted by

Perbedaan pendapat dalam suatu komunitas adalah sebuah keniscayaan. Tidak akan mungkin menyatukan semua perbedaan tersebut. Yang paling mungkin adalah memilah milah perbedaan pendapat tersebut sesuai porsi permasalahannya.

Perbedaan pendapat dalam masalah agama sudah ada sejak jaman dahulu kala. Bahkan diantara ulama ulama salaf juga tidak jarang ada perbedaan. Contoh mudahnya perbedaan dalam masalah pelaksanaan doa qunut, masalah jumatan dengan sekali adzan dan dua kali adzan, shala tarawih 11 rekaat dengan 23 rekaat. Dan masih banyak lagi perbedaan pendapat yang tidak mungkin disebutkan satu persatu disini.

Adakah para ulama salaf jadi berseteru karena pendapat mereka yang berbeda-beda tersebut?. Sejarah membuktikan bahwa mereka tetap akur. Bahkan diantara mereka yang berbeda pendapat terdapat hubungan guru dan murid, tetapi si murid tetap menghargai gurunya demikian pula sebaliknya.

Hikmah apa yang bisa kita ambil dari teladan para ulama dalam menyikapi perbedaan pendapat tersebut? Salah satunya yang terpenting adalah saling menghargai satu sama lain, yang penting masing-masing punya dasar dari kitabullah dan sunnah rasulullah.

Ulama-ulama salaf tentunya memiliki dasar keilmuan yang kuat dan mumpuni dalam hal agama. Jika mereka bisa bertoleransi dalam perbedaan pendapat mengapa kita yang "maaf" ilmu agamanya pas pasan bahkan malah saling menyalahkan. Apakah ilmu kita sudah melampaui mereka para ulama salaf?

Yang harus dicermati dan diwaspadai adalah sejauh mana kita toleran dalam perbedaan pendapat. Ini yang penting bahwa perbedaan pendapat tidak boleh ditolerir dalam masalah tauhid dan aqidah. Tidak selayaknya kita mentolerir mereka yang menjelek-jelekkan dan menghina sahabat dan istri rasulullah dengan alasan perbedaan pendapat. Seorang muslim sejati wajib dan harus menghormati dan menghargai para sahabat nabi sebagai generasi terbaik umat ini. Juga harus menghormati istri-istri Rasulullah sebagai wanita wanita mulia yang tidak selayaknya dihina dan direndahkan.

Batasan paling jelas dalam menyikapi perbedaan pendapat adalah adakah pendapat mereka bertentangan dengan alquran atau tidak. Jika bertentangan maka hukumnya kita wajib menolak pendapat tersebut, siapapun orang yang mengeluarkan pendapat yang bertentangan dengan alquran entah itu bermerk kiyai haji atau ustadz maka wajib kita tolak.

Kesimpulan. Bahwa berbeda pendapat itu diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan alquran dan sunnah Rasulullah. Bahwa aqidah seorang muslim harus sama tidak boleh berbeda. Bahwa dalam berpendapat dalam masalah agama harus selalu merujuk pada alquran dan hadits. Bahwa seorang muslim tidak akan mungkin menjelekkan nabinya, sahabat-sahabat nabi dan juga kelurga nabi termasuk istri istri beliau.

Masing masing kita tentu memiliki kecenderungan secara pribadi untuk mengikuti atau memilih madzhab yang akan diikutinya. Dan kita tidak mungkin memaksa seseorang untuk mengikuti mazhab yang kita ikuti. Kewajiban seorang muslim adalah sebatas saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran agar kita tidak masuk golongan orang yang merugi.

Jadi mari kita hormati perbedaan pendapat diantara kaum muslimin sejauh tidak menyimpang dalam hal aqidah dan uraian uraian tersebut di atas. Semoga bermanfaat. Wallahua'lam bish showab.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Tips dan Cara Updated at: February 17, 2018

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.