Ternyata Penyakit Pikun Bisa Disebabkan Karena Stress Berat

Posted by

Salah satu penyakit yang ditakuti dan menghantui manusia terkait dengan semakin bertambahnya umur adalah pikun. Pikun ternyata bisa terjadi pada siapa saja karena secara alami kemampuan otak manusia akan semakin berkurang seiring bertambah tuanya usia orang tersebut. Meski demikian tidak semua orang tua terkena penyakit pikun ini.

Bagaimana menghindari penyakit pikun sejak dini?
Untuk menghindarkan diri dari terkena pikun pada usia tua ada banyak faktor yang bisa kita lakukan dan kita hindari tetapi ada satu yang mungkin jarang diketahui oleh orang banyak yaitu bahwa ternyata sering stress berat bisa memicu pikun. Jadi jika anda tidak ingin terkena penyakit pikun saat pensiun nanti maka sejak sekarang jauhilah stress.

Sering stres saat menghadapi masalah sehari-hari? Hati-hati, jika kebiasaan seperti ini terus-menerus dibiarkan maka efeknya bisa menjalar hingga ke otak lho. Ya, studi mengungkapkan stres juga bisa merusak kapasitas memori dan membuat Anda menjadi pelupa.

Hal tersebut diungkapkan oleh pakar psikiatri dan neurobiologi dari Yale University, Rajita Sinha. Ia mempelajari bagaimana efek stres pada memori dan hubungannya terhadap risiko demensia pada seseorang.

Ia mendefinisikan stres sebagai proses di mana seseorang bereaksi terhadap rangsangan yang mengancam atau menantang. "Ini adalah sistem kompleks terhadap hormon kortisol, adrenalin, dan peptida yang membantu kita merespons," ungkap Sinha.

Ia melanjutkan bahwa masalah atau 'ancaman' yang menimbulkan stres ini bisa jadi tak terkendali sangat cepat. Pada akhirnya, kondisi ini kemudian memberikan tekanan terhadap proses berpikir dan mengingat.

"Studi menemukan bahwa simultan tekanan ini menurunkan kemampuan otak untuk berpikir dan mengingat karena prosesnya terganggu," imbuh Sinha.

Studi terbaru ini juga menunjukkan bahwa risiko demensia dan penyakit yang berkaitan dengan ingatan lain umumnya naik secara signifikan.

"Penelitian telah menunjukkan bahwa cabang-cabang seluruh sel-sel otak dapat menyusut dan mulai menghilang. Demensia bukan efek langsung, tapi stres dapat meningkatkan risikonya," lanjutnya, seperti dikutip dari Fox News.

Oleh sebab itu Sinha menyarankan Anda untuk belajar menerapkan manajemen stres sehari-hari, misalnya dengan cukup tidur, tetap mencukupi kebutuhan cairan, makan camilan sehat dan berolahraga teratur.

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Tips dan Cara Updated at: February 08, 2018

0 komentar:

Post a Comment

Powered by Blogger.