KRITIK TAJAM UNTUK JSR ALA dr. Zaidul Akbar
Bismillah wa bifadhlihi Asholatu wa assalam 'ala Rasulillah amma ba'du:
Sebenarnya sangat sangat tidak tertarik untuk membahas soal metode kesehatan yang digagas dr. ZA. Namun karena beliau sudah membawa nama Rasulullah, dengan tagline JSRnya maka barulah penulis tergerak untuk memberi peringatan keras.
JSR singkatan dari JURUS SEHAT RASULULLAH yang secara tekstual diartikan pola/cara hidup sehat yang disandarkan kepada Rasulullah. Hal inilah yang menjadi pangkal kritik penulis.
Ketika seseorang menyandarkan sesuatu pada Rasulullah, maka perlu dalil yang shahih. Termasuk dalam masalah jurus (pola) sehat beliau, maka wajib mendatangkan dalil. Jika tidak maka sungguh telah berdusta.
Rasulullah bersabda:
إن كذبا علي ليس ككذب على أحد، من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار
*Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta pada selainku. Barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya di neraka.* HR. bukhari 1291 dan Muslim 4
Selama beliau masih mempertahankan tagline JSR, maka selama itu pula apa-apa yang beliau ucapkan berupa teori, pola makan, dan program diet secara sadar atau tidak sadar telah disandarkan kepada Rasulullah. Jika beliau tidak bisa mendatangkan dalil shahih atas semua ucapannya bahwa Rasulullah makan ini, dengan cara begini, dan tidak mengkonsumsi ini, maka sungguh telah berdusta atas beliau dan konsekuensinya sangat berat di sisi Allah.
Maka penulis berharap beliau menghapus slogan JSR nya, atau menggantinya dengan JURUS SEHAT ALA ZAIDUL AKBAR. Jangan sampai demi menarik manusia, atau mengumpulkan jamaah, kemudian menggunakan slogan yang memiliki resiko berdusta atas nama Rasul. Jika tetap mempertahankan JSRnya maka WAJIB setiap ucapannya tentang gizi/ilmu kesehatannya mendatangkan dalil shahih bahwa itu benar dari Rasulullah, bukan mengutip qaul ilmuwan, riset orang kekinian, dan orang-orang tidak dikenal secara luas.
Selain JSRnya, beliau juga sangat fatal berfatwa dalam beberapa hal. Sebagai contoh adalah tentang minum susu sapi. Dalam sejumlah videonya yang tersebar, beliau melarang manusia untuk tidak konsumsi susu sapi karena dianggap memiliki kandungan zat kurang baik seperti kasein.
Sungguh jika bukan karena beliau membawa nama Rasulullah, maka penulis akan bertoleransi dengan ijtihad tersebut, namun karena faktanya itu disandarkan pada beliau shallallahu alaihi wa sallam maka penulis dengan tegas MEMPERINGATKAN agar segara bertaubat dan merevisi fatwanya yang nyeleneh.
Dalam sebuah riwayat secara marfu dari sahabat Ibnu Mas'ud Radiyallahu anhu bahwa Rasulullah bersabda:
عليكم بألبان البقر فإنها ترم من كل الشجر و هو شفاء من كل داء.
*Hendaknya kalian mengkonsumsi susu sapi sebab sesungguhnya ia makan segala jenis tanaman dan susunya obat penyembuh dari segala penyakit.*
Takhrij Hadits:
Dikeluarkan oleh As Syasyi dalam Musnadnya (767), Thabrani (9/272) (9164) dan al Hakim (8224) dan lafad di atas milik al Hakim.
Dalam redaksi lain yang sama marfu ke sahabat Abdullah bin Masud, Rasulullah bersabda:
إن الله عز و جل لم ينزل داء، إلا أنزل له شفاء، إلا الهرم، فعليكم بألبان البقر، فإنها ترم من كل الشجر
*Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit melainkan menurunkan pula obat (penyembuhnya), kecuali al Harm (tua), dan hendaklah kaliam mengkonsumsi susu sapi, karena dia memakan semua jenis tanaman.*
Takhrij:
Dikeluarkan dan dishahihkan oleh al Albani dalam Silsilah Shahihah (518).
Bahkan di dalam kitab Thibbun Nabawy, bab Laban (Susu) disana ibnul Qayyim memaparkan manfaat susu secara umum, lalu kemudian membahas khasiat susu sapi secara khusus.
Jadi sungguh larangan konsumsi susu sapi yang difatwakan oleh dr. Zaidul Akbar sangat bertentangan dengan nash dan dalil shahih. Sikap seorang muslim, apabila hasil penelitian manusia, atau klaim seorang ilmuwan bertentangan dengan wahyu, maka lebih didahulukan wahyu. Bahkan itu menunjukkan bahwa teorinya masih jauh dari hasil yang diinginkan syariat.
Bahkan sebagaimana yang ditulis oleh guru kami al Ustadz Muhammad Yusron di wall FB nya bahwa di RS Amir Sulthan al Ahsa penderita sakit setiap hari diberi susu sapi murni tanpa gula dan selainnya.
Dengan demikian maka cukuplah bagi seseorang apabila telah datang yang haq wajib dia tunduk dan terima.
Nasihat penulis adalah jangan bermudah-mudahan membawa nama Rasulullah jika apa yang kita akan sampaikan adalah pendapat pribadi, teori pribadi, dan ijtihad pribadi yang tidak ada kaitannya dengan Rasulullah.
Bertaqwalah, bertaqwalah, bertaqwalah.
Wallahuta'ala a'lamu bi shawab
akhukum fillah
✒ Ibnu Yota bin Sukarya bin Akrim hafidzahullah
0 komentar:
Post a Comment